Batu Yang Digunakan Mi’roj Nabi SAW

18 11 2008

Refleksi Memperingati Isro Mi’Roj dari Pink-Story

Beberapa waktu aku pernah browsing dan menemukan sebuah artikel tentang batu yang bisa melayang. Pikiranku waktu itu agak sedikit percaya terhadap beberapa diskripsi tentang cerita batu tersebut. Namun saya terus menerus mencari beberapa artikel tentang kebenaran cerita tadi.

akhirnya aku menemukan, artikel dari blognya “Mas Satrio Arismunandar”. Dan dari sinilah akhirnya aku bisa menilai kebenaran cerita tersebut :

BATU “ISRA MI’RAJ” AJAIB, YANG BISA MELAYANG DI JERUSALEM

Dari milis Ismes, pada 23 Mei 2007, ada postingan tentang “batu melayang” Isra Mi’raj yang ajaib, disertai dengan fotonya pula. Konon, menurut isi postingan yang entah siapa pengirim awalnya itu (sudah di-forward beberapa kali), dikatakan sebagai berikut:

“Bukti kebesaran Allah SWT, batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi’raj sampai kini masih tetap melayang di udara. Pada saat Nabi Muhammad mau Mi’raj, batu tsb ikut. Tetapi Nabi SAW menghentakkan kakinya pada batu tsb, maksudnya agar batu tsb tak usah ikut. Kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tentang batu gantung tsb, yang berada dalam masjid Umar (Dome of the Rock) di Lingkungan Masjidil AQSHA di Jerusalem.”

“Ini foto dari teman saya, sewaktu melawat Al Aqsa (yg sebenarnya) di Jerusalem, Subhanallah … Foto ini bisa lolos karena tidak diketahui oleh pihak Israel yg menjaga tempatnya dengan sangat ketat. Sampai sekarang mesjid Dome of the Rock ditutup untuk umum, dan Yahudi membuat mesjid lain Al Sakhra tak jauh di sebelahnya dengan kubah “emas” (yang sering terlihat di poster-poster yang disebarkan ke seluruh dunia di mana-mana) dan disebut sebagai Al Aqsa, untuk mengelabui ummat Islam di mana mesjid Al Aqsa yang sebenarnya, yang Nabi Muhammad SAW pernah sebutkan Al Aqsa sebagai “mesjid kubah biru”.

“Saat ini mesjid Al Aqsa yang sebenarnya sudah diambil alih oleh Israel, dan rencananya mau dihancurkan untuk diganti sebagai tempat ibadah mereka, karena bersebelahan dengan Tembok Ratapan.”
Komentar saya (Satrio):

Sebagai mantan wartawan Harian Kompas spesialis Timur Tengah, Alhamdulillah, saya sudah pernah ke Jerusalem, sholat di Masjid Al-Aqsa (yang sebenarnya) dan sholat 2 rakaat di dalam Masjid Umar (Dome of the Rock) yang kubahnya berwarna keemasan itu. Tapi kok nggak pernah tuh melihat ada batu melayang.

Kalau memang ada, pasti saya melihatnya dan pasti akan saya foto (saya waktu itu, sebagai wartawan, selalu bawa kamera). Dan pasti pula penjaga atau pemandu wisata di sana (orang Muslim Palestina) akan menunjukkan pada saya…..

Tapi saya, InsyaAllah, tetap beriman teguh. Mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW adalah Al-Quran. Bukan batu melayang, bulan terbelah, dsb…. Umat Islam cukup menjalani kehidupan dengan berbekal pada Al Quran dan Sunnah Rasul.

Tambahan lagi: Tidak benar jika dikatakan Masjid Al-Aqsa telah diambil alih Israel. Betul, kota Jerusalem diduduki Israel, dan akses keluar-masuk masjid dijaga oleh prajurit Israel. Tapi pengelolaan masjid itu dilakukan Muslim Palestina (imam masjid Al-Aqsa pernah kok datang berkunjung ke Indonesia!). Setahu saya, tiap Jumat juga ada sholat Jumat di sana. ***





Menyongsong Tanda-Tanda Besar Kiamat

18 11 2008

Oleh Ihsan Tandjung

Karena Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan Nabi terakhir, maka ia sering dijuluki sebagai Nabi Akhir Zaman. Dan ummatnya dijuluki sebagai Ummat Akir Zaman. Kita merupakan ummat yang bakal menyongsong kedatangan hari Kiamat. Suka maupun tidak suka begitulah faktanya.

Ummat Muhamad shollallahu ’alaih wa sallam sama dengan ummat Nabi-nabi terdahulu. Yakni terbelah menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama mendapat hidayah dari Allah subhaanahu wa ta’aala sehingga menjadi orang-orang beriman. Dan kelompok kedua mengingkari ajakan dan ajaran para Nabiyullah ’alaihimus-salaam. Mereka tersesat dalam hidupnya di dunia.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah ta’aala (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah ta’aala dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.” (QS An-Nahl ayat 36)

Ummat Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang beriman kepadanya dijuluki Ummat Islam. Walaupun ummat Islam merupakan bagian dari ummat Akhir Zaman, namun mereka dijamin tidak bakal mengalami hari Kiamat. Allah ta’aala tidak membiarkan seorangpun muslim-mu’min masih hidup saat hari Kiamat terjadi. Pada hari tersebut hanya orang-orang yang tidak memiliki iman-lah yang dibiarkan tersiksa mengalami hari dahsyat Kiamat. Pada saat sudah dekat sekali kiamat akan terjadi, Allah ta’aala cabut nyawa setiap orang beriman di muka bumi melalui suatu angin yang amat lembut.

إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ رِيحًا مِنْ الْيَمَنِ أَلْيَنَ مِنْ الْحَرِيرِ فَلَا تَدَعُ أَحَدًا فِي قَلْبِهِ قَالَ أَبُو عَلْقَمَةَ مِثْقَالُ حَبَّةٍ و قَالَ عَبْدُ الْعَزِيزِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ

”Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aala akan mengutus suatu angin yang lebih lembut dari sutera dari arah Yaman. Maka tidak seorangpun (karena angin tersebut) yang akan disisakan dari orang-orang yang masih ada iman walau seberat biji dzarrah kecuali akan dicabut ruhnya.” (HR Muslim 1098)

Ummat Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang bakal mengalami dahsyatnya hari Kiamat hanyalah mereka yang tidak beriman. Mereka akan tampil menjadi kumpulan orang yang paling jahat saat kehancuran total dunia berlangsung.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا عَلَى شِرَارِ النَّاسِ

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Kiamat tidak akan berlangsung kecuali menimpa atas orang-orang yang paling jahat.” (HR Muslim 5243)

Secara garis besar tanda-tanda Kiamat terbagi dua. Ada tanda-tanda kecil Kiamat dan ada tanda-tanda besar Kiamat. Tanda-tanda kecil Kiamat jumlahnya sangat banyak. Tanda kecil paling pertama adalah diutusnya Nabi Muhamad shollallahu ’alaih wa sallam. Semenjak saat itu ummat Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah menyaksikan banyak sekali tanda-tanda kecil Kiamat dari abad ke abad.

Kondisi dunia dewasa ini sudah berada di ambang menjelang munculnya tanda-tanda besar Kiamat. Sebab hampir seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam prediksikan sudah pada bermunculan di zaman ini. Di antaranya adalah:

1. Perceraian banyak terjadi

2. Banyak terjadi kematian mendadak (tiba-tiba)

3. Banyak mushaf diberi hiasan (ornamen)

4. Masjid-masjid dibangun megah

5. Berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak

6. Berbagai peralatan musik dimainkan

7. Berbagai jenis khamr diminum manusia

8. Perzinaan merebak

9. Para pengkhianat dipercaya menjadi pemimpin

10. Orang yang amanah dianggap pengkhianat

11. Banyak buku diterbitkan

12. Muncul banyak pasar berdekatan satu sama lain

13. Penumpahan darah dianggap perkara ringan

14. Merebaknya fenomena makan riba

Sebagian ulama berpendapat bahwa tanda-tanda besar Kiamat ada sepuluh. Tanda besar yang paling pertama adalah munculnya seorang lelaki di akhir zaman yang bakal menjadi pemimpin ummat. Ia akan mengeluarkan ummat dari kondisi dunia yang penuh kesewenang-wenangan dan kezaliman menjadi penuh keadilan dan perdamaian. Atau dengan kata lain ia bakal mengalihkan kita dari babak mulkan jabriyyan (kepemimpinan para penguasa yang memaksakan kehendak) menuju babak khilafatun ’ala minhaj an-Nubuwwah (kekhalifahan yang mengikuti pola kenabian).

Dialah sosok Imam Mahdi. Seorang lelaki yang namanya mirip dengan nama Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan nama ayahnya mirip nama ayah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam. Kurang lebih ia bernama Muhammad bin Abdullah rahimahullah.

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ
فِيهِ رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي
يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah ta’aala akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.”(HR Abu Dawud 9435)








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.